Ketika aku bertemu dengan seseorang dan tanpa disadari cinta juga turut campur di dalamnya. Saat di mana semuanya terasa indah dan lebih hidup karena si dia. Sejenis pengagum rahasia. Berkaca pada kenyataan tidak saling mengenal dan tidak pernah berbicara satu sama lain, tiba-tiba muncul perasaan takut kehilangan. Bagaimana bisa? Cinta tidak bisa dianalogikan. Dia mencuri hati, menyekapnya, menyiksanya dengan perasaan berharap, membiarkannya terkunci sampai tidak bisa berpaling ke mana pun. Bukan tentang sakit atau marah karena tidak bisa pergi. Tapi luka yang digoreskan oleh harapan terlalu besar dan dalam sehingga memaksa untuk terus terperangkap. Ini bukan analogi, hanya kronologis kisah si pengagum rahasia yang hatinya masih terperangkap.